Wisuda Mahasantri Ma'had Aly Al Furqon, Kampus Tekankan Kesiapan Mentarbiyah Ummat

Wisuda Mahasantri Ma'had Aly Al Furqon, Kampus Tekankan Kesiapan Mentarbiyah Ummat

Admin
Oct 26, 2026
Santri, Pendidikan, Informasi
HUMAS AL FURQON - Sabtu (24/10/2026) Para Mahasantri Ma'had Aly Al Furqon Al Islami resmi diwisuda, dengan total 24 orang dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Maskumambang, angkatan 2025/2026.

    Sidang Senat Terbuka yang menetapkan wisudawan ini berlangsung di aula Tanjung Kodok Beach Resort, Gresik pukul 08.30 - 10.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Senat STIT Maskumambang, ketua Yayasan, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Jawa Timur, tokoh masyarakat juga tamu undangan dari beberapa lembaga.

    Wisuda kali ini mengukuhkan 107 orang lulusan, 24 diantaranya dari Ma'had Aly Al Furqon Al Islami. Lalu sebanyak 20 mahasantri lulus dengan predikat "cumlaude" dan sisanya "sangat memuaskan".

    Acara dibuka dengan seremonial pembacaan surat keputusan kelulusan, lalu penyerahan tanda kelulusan, pembacaan ikrar wisudawan, pidato perwakilan wisudawan dan ditutup oleh nasehat-nasehat bagi wisudawan dari Ketua STIT Maskumambang dan juga tamu kehormatan.

    KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. selaku Ketua STIT Maskumambang, mengatakan wisudawan kali ini menggabungkan dua angkatan 2025 dan 2026, juga atas kerjasama beberapa pondok pesantren, salah satunya Ma'had Aly Al Furqon Al Islami, Sidayu, Gresik. Ia berharap agar kerjasama ini akan terus Allah mudahkan, dan semakin baik kedepannya.

    Dalam nasehatnya untuk wisudawan, ia menekankan akan tiga perbaikan yang harus dilakukan dan pasti kita alami jika ingin menjadi manusia yang berarti, terlebih di medan dakwah. Yaitu perbaikan hubungan vertikal dengan Allah, hubungan horizontal dengan masyarakat dakwah, lalu dengan diri sendiri selaku aspek terdekat yang mendukung semuanya.


    Selain itu, ia juga menekankan kesiapan lulusan untuk mengabdi di tengah masyarakat. Dikarnakan kebutuhan akan pendakwah, pengajar, dan murobbi di masyarakat saat ini cukup besar.

    "Jika kita lihat di Gresik ini, alhamdulillah mayoritasnya umat muslim, sangat sedikit sekali non muslimnya. Tapi apakah dari kaum muslimin tersebut semuanya shalat lima waktu? apakah puasa Ramadhan?, Maka dari itu menjadi tugas kita bersama mendidik masyarakat muslim kita," ujarnya dalam sesi nasehat untuk wisudawan.

    Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Islam (YKUI) Pondok Pesantren Maskumambang Gresik, H. Ghoits Fatihuddin, B.A. memberikan nasehat agar kita senantiasa bersyukur, bisa belajar dan memperdalam Agama Islam dengan aman dan mudah di Indonesia. Sedangkan di berbagai negeri kesulitan bagi umat muslim untuk belajar, mengamalkan ajarannya, baik larangan aturan negara maupun peperangan. 

    "Orang-orang diluar (negeri) ini sangat ingin seperti Indonesia karena masyarakatnya diperbolehkan mendalami agamanya, mengamalkannya sesuai syariat. Maka kalian wajib bersyukur dan memaksimalkan nikmat ini sebelum hilang seperti negara-negara lainnya," ujar Fatihuddin kepada para wisudawan. Ia mencontohkan seperti di Azerbaijan baru-baru ini, larangan berjilbab, lalu di Turki sulit mengamalkan agama secara penuh.


    Sesi pamungkas sebagai penutup nasehat diberikan oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I. Ia mengatakan lulusan Tarbiyah terlebih pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak pernah kekurangan pekerjaan, karena tugas akan tarbiyah masyarakat masih sangat banyak sampai saat ini.

    "Banyak sekali yang minta ke Dewan Dakwah sampai saat ini agar ditempatkan da'i-da'i di daerah timur. Bahkan ada di sana yang shalat trawehnya masih bergantian dengan daerah lain, karna tidak adanya da'i atau imam di sana," tuturnya di depan 107 wisudawan dan para tamu.

    Ia menyesalkan saat ini banyak lulusan Tarbiyah yang malah "terdampar" di pabrik-pabrik, sedangkan masjid-masjid dan mushola tidak terurus, masyarakat pun jauh dari nasehat-nasehat agama.

    "Anda semua harus siap terjun langsung dakwah ke tengah-tengah masyarakat. Harusnya dari kampus ada program pengabdian dulu setahun, agar setelah lulus siap, baik ditempatkan di SD, SMP, TPA harus bisa segala lapisan masyarakat, karna perannya menghimpun, mendidik masyarkaat demi kepentingan akhirat," tutup KH. Fathur Rohman.


    Acara pun ditutup dengan kekhusyuan sesi doa bersama yang dipimpin oleh Drs. Abdurrouf, dan diamini oleh semua peserta wisuda dan tamu yang datang.
Tags: Santri, Pendidikan, Informasi
Bagikan:

Kabar & Pengumuman lainnya