Dauroh Syaikh, Khatamkan Lima Kitab Ulama di Awal Tahun Ajaran Baru

Dauroh Syaikh, Khatamkan Lima Kitab Ulama di Awal Tahun Ajaran Baru

Admin
Sep 14, 2026
Uncategorized
HUMAS AL FURQON - Senin (20/7/2026), Ribuan santri Ma'had Al Furqon Al Islami menghadiri dauroh ilmiyah yang di isi oleh Syaikh Fahd al Wad'an, di Masjid Jami' Al Furqon. Dauroh intensif ini berlangsung tanpa penerjemah, selama lima hari mulai Senin hingga Jum'at, dengan mengkhatamkan lima kitab ulama dari berbagai disiplin ilmu.

    Seperti waktu-waktu sebelumnya, Ma'had Al Furqon Al Islami kembali mendatangkan ahli ilmu dari Timur Tengah yang mengajarkan langsung para santri kitab-kitab ulama. Kali ini ulama dari Kota Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Beliau merupakan imam tetap dan khotib masjid Jami' di Riyadh, KSA, sekaligus murid dari ulama-ulama senior di sana salah satunya mufti utama Saudi, Syaikh Shaleh Al Fauzan.


    Kitab-kitab yang diajarkan dalam dauroh kali ini ialah, Qowaid Fii Tolibul Ilmi tentang adab penuntut ilmu, Tsulasiyaat Taisir Al Akidah tentang akidah Islam, Al Ma'mul Fii Qowaid Al Ushul tentang ilmu ushul, Mandzumah Taisir Ilallah Li Sa'di tentang tazkiatun nufus, dan Mandzumah Al Kabaair tentang bahaya dosa-dosa besar.

    Selama lima hari, dauroh ini dibagi menjadi empat sesi tiap harinya, pertama pukul 07.00 WIB, lalu pukul 09.00 WIB, dilanjut setelah ashar, dan sesi terakhir setalah manghrib hingga pukul 19.30 dijeda shalat maghrib.

    Dibuka oleh mudir ma'had bidang pendidikan ustadz Muhammad Iqbal, L.c, M.A, beliau menegaskan dauroh kali ini bukan hanya memperkuat kemahiran mendengar Bahasa Arab dari penutur asli, akan tetapi sudah masuk teingkatan penguatan ilmu-ilmu dasar.


    "Yang ingin kita tuju diantaranya penguatan kemapanan ilmu-ilmu dasar, yang diambil langsung dari ahlinya. Mengambil faidah ilmu dari ahlinya yang mapan secara berjenjang akan membuat ilmu itu kokoh, sebelum berlanjut ke jenjang lebih tinggi", ujarnya saat membuka acara dauroh.

    Selain itu juga masih banyak lagi faidah yang akan didapatkan santri dengan adanya acara ini, seperti mempelajari adabnya ulama dalam bermajlis, menumbuhkan cinta kepada para ulama. Tidak kalah pentingnya, santri juga bisa memahami metode para ulama terdahulu dalam mengambil ilmu dengan kesabaran dan bertahap.

    Untuk memperkuat kehlian mendengar dan memahami, dauroh sengaja dilakukan tanpa penerjemahan sedikitpun, dikarenakan santri di tingkat MTs dan Mahad Aly ini sudah aktif berbahasa Arab di kesehariannya.  Diluar sesi dauroh formal santri pun dipersilahakn berinteraksi dengan syaikh seperti liqo maftuh, ngobrol santai, atau sekedar tanya jawab ringan.
Tags: Uncategorized
Bagikan:

Kabar & Pengumuman lainnya