1. Jenjang pendidikan ini terbagi menjadi dua yaitu Ma’had Takhosus Ilmi (MTI), yang merupakan jenjang pendasaran ilmu. Ditempuh selama 2 tahun, jenjang ini berfokus kepada ilmu-ilmu alat, seperti Bahasa Arab, mustholah hadist, dasar ilmu fiqih, ushul fiqih, dan lainnya.
Sedangkan jenjang di Ma’had Aly (MA)
merupakan jenjang sekolah tinggi, ditempuh selama tiga tahun teori dan satu
tahun pengabdian. Jenjang berfokus pada pendalaman ilmu terutama ilmu Fiqih dan
Ushulnya. Mulai dari Ilmu Fiqihnya, Ushul Fiqih, Qowaid Fiqhiyyah, Tarikh
Fiqhi, Maqoshid Syariah, hingga penulisan karya ilmiah.
Meskipun begitu di tahun pertama mahasantri
ini dibekali kitab-kitab ulama dari berbagai ilmu, seperti Mustholah Hadist,
Ulumul Qur’an, Siroh Nabawi, Takhrij Hadist, juga Tafsir Qur’an. Tidak lupa
juga dibekali dengan hafalan Qur’an, hafalan matan-matan dan praktik kepenulisan
dan pengajaran.
Pada jenjeng sekolah tinggi ini juga
mahasantri dibekali kegiatan-kegiatan life skill untuk mendukung dakwah
mereka setelah lulus. Mulai dari public speaking, komputer, wiraswasta, dan
lainnya.
Fasilitas penunjang pengajaran berupa
lab komputer, perpustakaan, kantin, ruang diskusi, dan fasilitas olahraga dan
lainnya.
Pengajar di jenjang ini merupakan asatidzah
Alumni lulusan Timur Tengah baik bergelar S1 juga S2, berakidah Ahlus Sunnah
wal Jama’ah, dan memiliki pengalaman dalam berdakwah maupun mengajar secara klasikal.
Terdapat beberapa ijazah yang akan
didapatkan mahasantri, pertama ijazah Takhosus Ilmi, Ijazah Ma’had Aly yang
sudah termuadalah Universitas Islam Madinah (UIM), dan juga ijazah S-1
Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi yang juga mengambil program kuliah tambahan.