Santriwati dalam kesehariannya, baik proses belajar ataupun asrama tinggal terpisah bangunan dengan santri laki-laki, kecuali jenjang KB-TK.
Untuk pengajar di jenjang SD-SMP putri, semuanya diampu oleh ustadzah (perempuan), sedangkan di SMA/MTs kombinasi pengajar ustadzah juga ustadz (laki-laki). Namun dengan batasan yang ketat seperti jalan khusus untuk menuju kelas, ruang ajar khusus sehingga tidak bisa saling melihat.