HUMAS AL FURQON - Pondok pesantren, tempat santri dididik 24 jam memikul tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan dan keselamatan para peserta didiknya. Kondisi ini menuntut sistem pengawasan dan keamanan yang berbeda dan lebih ketat dibandingkan sekolah harian biasa. Keamanan bukan hanya tentang melindungi santri dari ancaman luar, melainkan menciptakan rasa tenang agar proses belajar-mengajar dan pembentukan karakter dapat berjalan optimal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Ma'had Al Furqon Al Islami berupaya menjaga kepercayaan para wali santri yang telah menitipkan anaknya, dengan berbagai fasilitas keamanan yang unggul dan terintegrasi satu sama lain.
Kapala Keamanan Ma'had, Mayor (purn) Supriyadi memaparkan beberapa fasilitas keamanan Ma'had Al Furqon Al Islami yang mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi, dan program keamanan, berikut ini:
1. Sistem Pengawasan CCTV Terpadu
Sebanyak lebih dari 50 titik CCTV telah ditempatkan di itik-titik strategis dan vital, seperti gedung-gedung utama di tiap marhalah, jalan-jalan santri, masjid-masjid, lorong-lorong, parkiran, dan lainnya.
Puluhan kamera tersebut dipantau selama 24 jam dari marhalah masing-masing dan juga 2 monitor utama di pos keamanan untuk membantu dalam memantau aktivitas secara real-time maupun melakukan peninjauan ulang jika terjadi suatu insiden.
2. Pos-pos Keamanan dengan Penjagaan 24 Jam
Ma'had Al Furqon Al Islami dijaga sebanyak 15 petugas keamanan yang tersebar di 5 pos keamanan. Mereka bergiliran menjaga dan patroli selama 24 jam, terutama di kawasan pos 1 sampai 3, sehingga memastikan di tiap waktunya ada penjagaan yang optimal. Jumlah petugas keamanan ini dinilai sebanding dengan luasnya wilayah Ma'had Al Furqon Al Islami.
3. Kegiatan Patroli Rutin
Tidak hanya berjaga di 5 pos yang tersebar di tiap sudut Ma'had, para petugas keamanan yang bertugas pun rutin berpatroli di tiap waktu yang sudah ditentukan, untuk memastikan keadaan kondusif. Patroli dilakukan baik siang dan malam hari, di kawasan/sektor sekitaran pos penjagaan, mencakup jalan-jalan utama, masjid-masjid, gedung-gedung, hingga rumah dinas.
Selain itu juga saat para santri diperbolehkan keluar Ma'had, seperti ke Alun-alun atau ke Gelanggang Olahraga, petugas keamanan melakukan patroli sampai santri kembali ke Ma'had.
4. Pengaturan Lalu Lintas Sekitar Ma'had
Di tengah ramainya mobilitas santri dan seluruh civitas akademik Ma'had di jam-jam sibuk, petugas keamanan melakukan pengaturan lalu-lintas. Pengaturan tersebut dilakukan di titik-titik ramai seperti persimpangan jalan, gerbang-gerbang masuk marhalah dan area lainnya dalam cakupan Ma'had. Hal tersebut dilakukan untuk penertiban dan meminimalisir tingkat kecelakaan atau kelalaian pengguna jalan.
5. Pelatihan dan Simulasi Keamanan Rutin
Untuk menguatkan SDM keamanan, petugas keamanan juga rutin melakukan simulasi dan pelatihan tiap pekan. Diantara simulasi yang rutin dilakukan ialah simulasi pemadaman api dan simulasi evakuasi bencana. Tidak ketinggalan santri pun diikutsertakan dalam simulasi tersebut, terutama terkait penggunaan alat-alat dan koordinasi evakuasi.
Sedangkan pelatihan yang rutin dilakukan ialah pelatihan beladiri, baris-berbaris, orlahraga dan kebugaran, tidak ketinggalan juga kajian khusus petugas keamanan bersama asatidzah Ma'had.
6. Kelengkapan Alat Penunjang Keselamatan
Alat-alat yang dimiliki petugas keamanan cukup lengkap, baik yang terkait keamanan, keselamatan kerja, ataupun kebencanaan. Seperti tabung apar yang terdistribusi di berbagai titik, di pos keamanan, dapur utama, masjid, gedung dan lainnya.
7. Sistem Perizinan Santri yang Terstruktur
Santri yang akan keluar lingkunagn Ma'had Al Furqon Al Islami akan didata dan dicek kembali surat atau kartu izinnya dari kesantrian marhalah masing-masing. Jika memenuhi syarat keluar, maka diizinkan keluar oleh petugas, setelah dicatat dalam berita acara. Sistem ini bertujuan untuk pendataan dan pemeriksaan akhir santri sebelum benar-benar keluar dari kawasan Ma'had.