Dauroh Santri Bersama Murid Syekh Al Bani, Mengkaji Kitabul Fitan Sahih Bukhori

Dauroh Santri Bersama Murid Syekh Al Bani, Mengkaji Kitabul Fitan Sahih Bukhori

Admin
Oct 07, 2026
Santri, Informasi, Event
HUMAS AL FURQON - Selasa (6/10/2026), Ma'had Al Furqon Al Islami mengadakan dauroh bersama ulama Timur Tengah, Syekh Walid Muhammad Nabih Saif An-Nashr -semoga Allah menjaganya-, dengan mengkaji Kitabul Fitan dari Kitab Sahih Bukhari.

Bertempat di Masjid Jami Al Furqon, dauroh intensif ini berlangsung selama satu hari dengan total lima sesi. Sesi pertama dauroh dimulai sejak ba'da subuh, lalu pukul 08.00 WIB, pukul 10.00 WIB, lalu dilanjut ba'da ashar dan ba'da maghrib. Tiap sesinya berlangsung selama satu setengah jam, atau 90 menit.


        Pemateri dauroh kali ini merupakan ulama senior dari Timur Tengah, tepatnya bermukin di Suriah, setelah sebelumnya pernah singgah di negri lainnya seperti Saudi Arabia, Qatar, dan Bahrain.

Beliau Syekh Walid Muhammad Nabih Saif An-Nashr -semoga Allah menjaganya- merupakan murid dari ulama besar, seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz -semoga Allah merahmati mereka berdua-. Kepakarannya di bidang hadist dan aqidah melahirkan karya Syarah Sohih Bukhari dengan total 33 jilid, bernama "Fadlu Al Aliyyil Ghoffar Fii Syarkhil Bukhari Al Aatsar".

Peserta dauroh ini meliputi santri dan santriwati jenjang Ma'had Aly (sekolah tinggi), MTI, I'dad Lughowi (IL), dan Tsanawiyah (MTs). Semua jenjang tersebut telah terbiasa dengan Bahasa Arab, sehingga dauroh disampaikan dengan full berbahasa arab tanpa penerjemah.



        Materi yang dipilih tentang Kitabul Fitan dari Sahih Bukhari dinilai sesuai dengan keahlian beliau sebagai pakar hadist dan aqidah. Selain itu juga tema terkait "fitnah" dinilai sesuai dengan kebutuhan santri di zaman ini dalam beragama juga bekal berdakwah kelak.

Salah satu faidah yang disampaikan Syekh, bahwa diakhir zaman ini waktu terasa sempit (sesuai dengan salah satu hadist yang dibacakan). Maka wajib bagi kaum muslimin untuk perhatian pada waktu-waktu barokah yang Allah tentukan, seperti sepertiga malam, pagi hari, dan bulan-bulan harom. Dengan itu kita akan lebih memaksimalkan bekal di waktu yang sempit dan selamat dari perilaku menyia-nyiakan waktu.
Tags: Santri, Informasi, Event
Bagikan:

Kabar & Pengumuman lainnya